“Ini sangat rasis dan tidak aman,” kata Waters.
Dia bahkan menyamakan tindakan Hanson dengan mengacungkan jari tengah kepada para perempuan Muslim, yang selama ini sering distigmatisasi dalam debat politik Australia.
Waters menilai penggunaan cadar bukanlah sekadar penutup wajah, melainkan simbol yang sarat makna budaya dan keyakinan, sehingga tidak pantas dijadikan properti teatrikal dalam perdebatan politik.
Pernyataan Waters mempertegas tindakan Hanson dianggap telah melampaui batas etika politik, terutama karena menyasar kelompok agama tertentu.
Sidang Terpaksa Dihentikan
Ketegangan meningkat ketika Hanson tetap menolak melepas cadarnya, meski diminta untuk mematuhi tata tertib. Akibatnya, pimpinan sidang memutuskan menghentikan pertemuan Senat hingga situasi kembali tertib.
Penghentian sidang ini menambah panjang daftar kontroversi Hanson di parlemen. Ini bukan kali pertama dia memakai busana Muslimah untuk memicu debat publik.