Drama Politik Hina Muslimah Bercadar di Parlemen Australia Berbuntut Kecaman

Anton Suhartono
Pauline Hanson, memicu kecaman dari sesama politisi Australia terkait aksinya mengenakan cadar sebagai bentuk penghinaan terhadap Muslimah (Foto: AP)

Sidang Terpaksa Dihentikan

Ketegangan meningkat ketika Hanson tetap menolak melepas cadarnya, meski diminta untuk mematuhi tata tertib. Akibatnya, pimpinan sidang memutuskan menghentikan pertemuan Senat hingga situasi kembali tertib.

Penghentian sidang ini menambah panjang daftar kontroversi Hanson di parlemen. Ini bukan kali pertama dia memakai busana Muslimah untuk memicu debat publik. 

Pada 2017, dia pernah mengenakan burka lengkap ketika membahas isu keamanan, mengaitkannya dengan ancaman terorisme, langkah yang juga menuai kecaman luas.

Aksi Berulang, Agenda Lama

Pauline Hanson sejak lama memandang Islam sebagai budaya dan ideologi yang “tidak cocok” dengan Australia. RUU yang dia dorong berulang kali selama beberapa dekade mencerminkan agenda anti-Islam yang menjadi ciri khas politiknya.

Aksinya kali ini menunjukkan bahwa Hanson kembali menggunakan simbol agama sebagai alat agitasi politik untuk membangkitkan dukungan konstituennya, meski dianggap mengorbankan nilai kebhinekaan dan kesopanan dalam demokrasi Australia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Nasional
3 hari lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
4 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
4 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal