Usai pemungutan suara, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengungkapkan penyesalannya kepada Dewan Keamanan karena gagal mengadopsi draf resolusi tersebut.
"Dewan gagal memikul tanggung jawabnya terkait tindakan ilegal yang membutuhkan tindakan tegas tanpa penundaan," katanya.
Bahrain saat ini memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan.