Dilpomat Ini Anggap NATO Pintar Mengarang Mitos soal Invasi Rusia ke Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Logo NATO (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Rusia telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina. Pada Jumat (11/2/2022), Amerika Serikat menyebut invasi Moskow ke Kiev bisa datang kapan saja. 

AS pun mendesak warganya di Ukraina untuk pergi sesegera mungkin. Seruan yang sama juga digaungkan oleh negara-negara termasuk Inggris, Jepang dan Australia.

Moskow sudah membantah kecurigaan Barat tentang isu serangan ke Ukraina itu. Rusia menegaskan, pihaknya hanya membela kepentingan keamanannya sendiri terhadap agresi oleh para sekutu NATO.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berbicara pada Sabtu (12/2/2022) ini terkait perkembangan situasi di kawasan Eropa Timur itu. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan dia akan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tentang topik yang sama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

57 tahun lalu

Kuwait Tegaskan Tak Izinkan Negara Mana pun Gunakan Wilayahnya Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal