Diduga Curi Rp18 Triliun, 3 Hacker Korea Utara Diperkarakan AS

Djairan
Ilustrasi pembobolan sistem komputer oleh hacker. (Foto: AFP)

Ketiga pelaku juga diduga terlibat dalam pembuatan ransomware WannaCry 2.0, yang merusak Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) pada 2017.

“Operator asal Korea Utara, mereka menggunakan keyboard dibandingkan dengan senjata; mencuri dompet digital daripada karung uang tunai. Mereka perampok bank terkemuka di dunia di abad ke-21,” ujar Asisten Jaksa Agung AS, John Demers, dikutip Reuters, Kamis (18/2/2021).

Asisten Direktur FBI untuk Wilayah Los Angeles, Kristi Johnson mengatakan, tiga tersangka peretas itu diyakini berada di Korea Utara. Sebelumnya, mereka sempat beberapa kali melancarkan aksi di berbagai negara lain, termasuk China dan Rusia.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan, aktivitas siber berbahaya dari Korea Utara mengancam keamanan AS dan sekutunya. Aktivitas tersebut akan dimasukkan dalam tinjauan atas kebijakan AS terhadap negara itu oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
7 jam lalu

Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi

8 jam lalu

Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

12 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

1 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal