Dalam pidato video malamnya, Zelensky mengatakan sangat penting untuk berkonsentrasi pada tantangan militer yang dihadapi Ukraina. Apalagi ketika negara itu mencoba mengusir pasukan Rusia yang menduduki hampir seperlima wilayahnya setelah melancarkan agresi lebih dari 1 tahun 8 bulan silam.
“Kita perlu menyadari bahwa ini adalah waktu untuk pertahanan, waktu untuk berperang, yang menjadi sandaran nasib negara dan rakyatnya. Saya percaya bahwa pemilu tidak tepat pada saat ini,” klaim Zelensky.
Jika dalam masa damai, Ukraina seharusnya mengadakan pemilihan anggota parlemen pada Oktober kemarin dan putaran pertama pemilihan presiden pada awal musim semi 2024.
Senator Amerika dari Partai Republik Lindsey Graham dan beberapa pejabat Barat lainnya mendesak Kiev untuk mengadakan pemilu. Menurut mereka, hal itu penting untuk menunjukkan bahwa negara bekas Uni Soviet tersebut dapat menyelenggarakan pemungutan suara yang bebas dan adil ketika sedang berperang.
Sementara Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa Zelensky sedang mempertimbangkan masukan terkait pro dan kontra pemilu di masa perang.
Zelensky sendiri sebelumnya mengatakan dia akan siap mengadakan pemungutan suara jika Ukraina mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, dan jika pemilu memang dianggap perlu.