Diboikot Gara-Gara Perang Yaman, Arab Saudi: Kami Tak Butuh Senjata Jerman

Anton Suhartono
Adel Al Jubeir (Foto: AFP)

"Kami kira langkah itu salah karena pertempuran di Yaman merupakan perang yang sah," ujarnya, menambahkan.

Sebelum larangan ekspor diberlakukan, volume ekspor senjata Jerman ke Saudi mencapai 450 juta euro pada kuartal ketiga tahun fiskal 2017. Larangan ekspor senjata akan dibahas lagi wakti dekat. Partai koalisi Kanselir Jerman Angela Merkel pada Maret 2018 setuju mencegah pengiriman senjata ke negara mana pun yang terlibat langsung dalam perang di Yaman.

"Kami bisa beli senjata ke sejumlah negara, dan kami melakukannya. (Jerman) Mengatakan, 'Kami tidak akan menjual senjata ke Arab Saudi', tidak ada bedanya bagi kami," kata Al Jubeir.

Dia juga menegaskan, Arab Saudi tak ingin mendesak Jerman terkait pembahasan terbaru nanti.

"Saya hanya ingin mengatakan, orang perlu melihat ini dari perspektif yang seimbang," tuturnya.

Selama 5 tahun lebih, Saudi memimpin aliansi negara-negara Arab berperang melawan pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab

57 tahun lalu

Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?

57 tahun lalu

Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah

57 tahun lalu

Jamu Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Kemajuan Teknologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal