Namun, pengumuman Bahrain pada hari Kamis tersebut memicu reaksi yang kontradiktif dengan Israel yang bersikeras bahwa mereka belum diberitahu. Mereka mengklaim hubungan dengan Bahrain tetap stabil.
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada pemberitahuan atau keputusan yang diterima dari pemerintah Bahrain dan pemerintah Israel untuk memulangkan duta besar negara tersebut. Hubungan antara Israel dan Bahrain stabil," kata Kementerian luar negeri Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Yordania juga telah mengumumkan pihaknya segera menarik duta besarnya untuk Israel sebagai kecaman atas serangan yang membunuh orang-orang tak berdosa di Gaza, Rabu, 1 November 2023. Pemerintahnya menuduh Israel menciptakan "bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya".
"Menteri Luar Negeri Ayman Safadi memutuskan untuk segera memanggil kembali duta besar Yordania untuk Israel," kata Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah.
Dilansir dari Al Jazeera, Ayman Safadi mengatakan, duta besar Yordania hanya akan kembali ke Tel Aviv jika Israel menghentikan perangnya di wilayah kantong tersebut dan mengakhiri krisis kemanusiaan yang ditimbulkan.
"Ini untuk mengungkapkan sikap Yordania yang menolak dan mengutuk perang Israel di Gaza yang membunuh orang tak berdosa dan menyebabkan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.