Dahsyatnya Badai Covid India, Pasien Sekarat pun Harus Antre Masuk RS hingga Meninggal

Anton Suhartono
Pasien sekarat pun harus menunggu atrean mendapat perawatan di RS Guru Teg Bahadur, New Delhi (Foto: Reuters)

Di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, pasien kritis satu per satu tiba menggunakan ambulans pada Jumat. Beberapa dari mereka harus menunggu beberapa jam di troli. Ada pula yang tak bisa bertahan, seperti dialami pasien Shayam Narayan yang meninggal saat mengantre.

Shayam tentu tidak dimasukkan dalam data orang meninggal akibat Covid karena belum dites. Ironisnya, data resmi korban meninggal akibat Covid berbeda dengan kenyataan di lapangan di mana krematorium harus bekerja 24 jam nonstop, termasuk pemakaman. Itu belum termasuk warga yang mengkremasi jenazah anggota keluarga mereka secara mandiri di lapangan.

"Sistem ini telah ambruk," kata Raj, adik Shayam, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/4/2021).

Seorang keluarga pasien, Tushar Maurya, mendesak orang yang belum mengalami kondisi serius untuk tidak dibawa ke rumah sakit. Ini karena fasilitas medis sangat terbatas.

"Staf melakukan yang terbaik tapi tidak ada cukup oksigen," katanya.

Stasiun televisi India Today merekam keluarga pasien yang mengamuk di luar rumah sakit di Ahmedabad, Gujarat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

3 WNA Ditemukan Terkapar di Apartemen Cengkareng Jakbar, 2 Tewas

57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Seru! Festival ASEAN-India Bazaar 2026 Jadi Tempat Berburu Kuliner sekaligus Belajar Budaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal