China Bangun Kamp-Kamp Rahasia untuk 'Mendidik' Muslim Uighur

Nathania Riris Michico
Bendera Cina berkibar di atas sebuah masjid yang ditutup di Kota Kashgar, Xinjiang.

Berkas-berkas tersebut tentu tak pernah menyebut fasilitas-fasilitas ini sebagai kamp penahan. Namun pusat pendidikan atau jika diterjemahkan secara akurat, "pusat pendidikan ulang".

Salah satu "pusat pendidikan" yang disebut dalam dokumen itu hampir pasti berkaitan dengan lokasi yang kami kunjungi. Sebuah dokumen pengadaan proyek pada 2017 meminta pemasangan sistem pemanasan untuk "transformasi melalui sekolah pendidikan" di sebuah tempat di Distrik Dabancheng.

Pada kalimat-kalimat eufemisme ini serta pada satuan ukur dan kuantitas yang tampak membosankan, tersirat betapa luasnya perkembangan jaringan kamp penahan massal di Xinjiang.

Lebih lanjut, pada 2002, Reyila Abulaiti bertolak dari Xinjiang ke Inggris untuk mengenyam pendidikan. Dia bertemu seorang pria Inggris, menikah dengannya, menjadi warga negara Inggris, dan membentuk keluarga.

Tahun lalu, ibunya datang mengunjungi untuk menjumpai sang cucu sekaligus jalan-jalan ke London.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
6 jam lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

6 jam lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

10 jam lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

20 jam lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal