Cerita Ketua KPK Malaysia Dikirimi Peluru saat Tangani Kasus Najib

Anton Suhartono
Shukri Abdull (Foto: The Star)

Menurut dia, salah satu alasan pengungkapan kasus skandal 1MDB dihentikan pada 2015 adalah pemecatan jaksa agung. Dengan proses pengungkapan pun menjadi pincang.

"Kami memiliki sumber-sumber intelijen sendiri, bahwa saya akan ditangkap dan dipenjara, karena saya dituduh menjadi bagian konspirasi untuk menjatuhkan pemerintahan. Saya mendapat kiriman peluru ke rumah. Saya tidak pernah memberi tahu istri dan keluarga. Saya bahkan tak pernah melapor ke polisi," ujarnya.

Saat ke Amerika Serikat untuk menindaklanjuti kasus ini, Shukri mengaku terpaksa dikawal polisi karena diikuti oleh petugas keamanan yang kemungkinan orang suruhan penguasa.

"Kami (ke AS) ingin membawa kembali uang yang dicuri dari negara. Tapi sebaliknya, kami malah dianggap menjatuhkan negara dan dituduh sebagai pengkhianat," katanya.

Kondisi menjadi terbalik setelah Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak gagal memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu pada 9 Mei lalu. Hasil pemilu memenangkan kubu Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad.

Salah satu program Mahathir adalah mengungkap skandal 1MDB. Mulanya, Najib Razak dan keluarganya dilarang ke luar negeri sejak Sabtu (12/5). Disusul kemudian dengan serangkaian penggeledahan dan penyitaan berbagai barang mewah terkait pencucian uang.

Pengungkapan aliran dana 10,6 juta dolar AS ini hanya pembuka dari beberapa kasus skandal 1MDB yang diduga kuat melibatkan Najib.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Tegas! PM Anwar Ibrahim Akan Usir Semua Warga Israel yang Masuk Malaysia

10 hari lalu

Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon

11 hari lalu

Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101

13 hari lalu

Konser Isyana Sarasvati di Malaysia Batal gegara Tidak Laku? Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal