Ironisnya, lanjut Haddad, militer Israel ingin membunuh warganya yang disandera itu melalui serangan bertubi-tubi ke Gaza. Itu terjadi sejak hari pertama serangan Israel pada 7 Oktober 2023.
Meski demikian Al Qassam berupaya keras untuk menghindari kematian dari sandera Israel.
"(Israel) Memutuskan untuk membunuh mereka sejak hari pertama operasi dan terus menargetkan mereka hingga hari ini," katanya.
Al Jazeera juga menayangkan program bertajuk "The Hidden is More Immense" berisi rincian operasi Badai Al Aqsa oleh Hamas pada 7 Oktober 2023. Hamas dan kelompok perlawanan lain menangkap 251 orang dari Israel, termasuk tentara, dalam operasi itu.
Di dalamnya termasuk rekaman eksklusif mantan pemimpin Hamas yang dibunuh oleh Israel, Yahya Sinwar, pada Oktober 2024.
Sejak gencatan senjata Israel-Hamas berlaku efektif pada 19 Januari 2025, para pejuang Al Qassam keluar dari persembunyian mereka. Bahkan saat pembebasan sandera Irael gelombang pertama di hari yang sama, puluhan bahkan ratusan pejuang berseragam lengkap mengawal penyerahan sandera kepada Palang Merah Internasional.
Hamas kembali membebaskan empat sandera Israel hari ini. Selama gencatan senjata tahap pertama Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel. Sebagai imbalannya, Isarel membebaskan lebih dari 700 tahanan Palestina.