Cadangan Mineral Afghanistan Capai Rp14.469 Triliun, Mau Diapakan Taliban?

Ahmad Islamy Jamil
Pejuang Taliban membawa senjata buatan Amerika Serikat yang ditinggalkan Tentara Nasional Afghanistan, Senin (16/8/2021). (Foto: Reuters)

Pada Mei lalu, Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan pasokan global litium, tembaga, nikel, kobalt, dan elemen tanah jarang harus ditingkatkan secara tajam. Jika tidak, dunia akan gagal dalam upayanya untuk mengatasi krisis iklim. 

Tiga negara yaitu China, Republik Demokratik Kongo, dan Australia, saat ini menyumbang 75 persen dari produksi global litium, kobalt, dan elemen tanah jarang.

Menurut IEA, rata-rata mobil listrik membutuhkan mineral enam kali lebih banyak daripada mobil konvensional. Litium, nikel, dan kobalt sangat penting untuk pembuatan baterai. Jaringan listrik juga membutuhkan tembaga dan aluminium dalam jumlah besar. Sementara elemen tanah jarang digunakan dalam pembuatan magnet yang dibutuhkan untuk membuat turbin angin.

Menurut laporan, Pemerintah AS memperkirakan deposit litium di Afghanistan dapat menyaingi Bolivia—rumah bagi cadangan litium terbesar di dunia yang diketahui sampai saat ini.

“Jika (situasi) Afghanistan bisa tenang selama beberapa tahun saja, dan memungkinkan pengembangan sumber daya mineralnya, dia bisa menjadi salah satu negara terkaya di kawasan (Asia Tengah) itu dalam satu dekade,” kata peneliti dari US Geological Survey, Said Mirzad, kepada majalah Science pada 2010.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat

57 tahun lalu

AS Berhenti Serang Iran, Trump Beri Instruksi Lanjutkan Perundingan

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal