KTT ke-42 ASEAN diharapkan menghasilkan sejumlah dokumen. Di antaranya adalah Pernyataan Pemimpin ASEAN mengenai penguatan institusi ASEAN, Visi ASEAN pasca 2025, dan penanganan kejahatan perdagangan orang (TPPO). Berikutnya yaitu perlindungan pekerja migran dan keluarganya di masa krisis, kesehatan, ekosistem kendaraan listrik, serta pengembangan jejaring desa ASEAN.
Pertemuan puncak tersebut akan dihadiri kepala negara/kepala pemerintahan negara-negara ASEAN. Hadir pula Timor Leste sebagai negara anggota ke-11 dengan status observer, sesuai hasil KTT ke-40 dan ke-41 di Kamboja.
Selama penyelenggaraan KTT, para pemimpin anggota ASEAN juga akan memenuhi undangan Presiden RI dalam acara sunset viewing dan welcoming dinner pada 10 Mei 2023. Sementara spouse programme telah disiapkan bagi para pendamping pemimpin ASEAN.
Selain itu, side event berupa Festival Rakyat oleh Kementerian BUMN serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan berlangsung pada 9-13 Mei 2023. Kegiatan itu mencakup berbagai showcase produk UMKM lokal, beach clean-up, dan pertunjukan budaya.
KTT ke-42 ASEAN adalah yang pertama dari dua KTT di bawah keketuaan Indonesia di ASEAN sepanjang 2023. Pada KTT pertama Mei mendatang, para pemimpin ASEAN akan membahas isu internal perhimpunan serta isu penting lainnya baik di kawasan maupun di luar kawasan.
Sementara KTT ke-43 yang direncanakan di Jakarta pada September 2023 tidak hanya dihadiri oleh para pemimpin ASEAN tetapi juga pemimpin negara mitra ASEAN. Pembahasan dalam KTT tersebut akan berfokus pada perkembangan dan penguatan kerja sama ASEAN dengan mitra eksternal.