Akibat kejadian itu Pemerintah Niger memberlakukan 3 hari berkabung nasional mulai Sabtu. Bendera dikibarkan setengah tiang dan banyak acara publik dibatalkan selama periode berkabung.
Kementerian Dalam Negeri Niger menyatakan serangan keji itu terjadi pada sore saat jemaah sedang mengikuti salat di bulan Ramadhan.
"Para teroris bersenjata lengkap mengepung masjid untuk melakukan pembantaian dengan kekejaman yang luar biasa," bunyi pernyataan.
Selain menyerang masjid, para pelaku juga membakar pasar dan rumah-rumah setempat.
Wilayah Tillaberi, wilayah tempat kejadian, berada dekat dengan perbatasan Mali dan Burkina Faso. Lokasi itu menjadi titik panas bagi kekerasan ekstremisme dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa kelompok seperti ISGS memanfaatkan keberadaan pemerintahan yang lemah serta ketidakstabilan kawasan untuk melancarkan serangan.
Pihak berwenang menggelar penyelidikan dan berjanji menyeret para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.