Filipina selama ini bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Sekitar 26 persen kebutuhan energinya berasal dari kawasan tersebut. Pada 2024, nilai impor energi negara itu mencapai 16 miliar dolar AS.
Konflik di Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, pada 28 Februari. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk wilayah yang menjadi basis militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Tak hanya itu, Teheran juga menguasai Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang menjadi urat nadi pasokan energi ke banyak negara Asia.