Hamas mengecam serangan udara tersebut dan menuduh Tel Aviv melanggar secara terang-terangan perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 Oktober lalu.
“Penembakan brutal terhadap keluarga yang bersembunyi di rumah mereka menunjukkan bahwa Israel tidak pernah berniat menghentikan perang,” bunyi pernyataan resmi Hamas di Telegram.
Kelompok itu menegaskan tetap berkomitmen pada perjanjian damai yang dimediasi Mesir, namun siap meresponsnya.