Biografi Sun Yat Sen, Perjalanan Politik Bapak Revolusi China Modern

Andrea Fairuz
Pemimpin Revolusi China, Dr Sun Yat Sen. (Foto: Ist.)

Sementara itu, dikarenakan dirinya tidak berhasil mendapatkan bantuan dari pihak Barat dan Jepang, ia beralih mengendalikan pemerintah Soviet yang saat itu berkuasa di Rusia sejak 1917. Adolf Joffe, diplomat Soviet, mengunjungi Yat Sen di Shanghai untuk menyatakan maksud Rusia yang ingin menyerahkan hak istimewanya di sana, dan bahwa Rusia tidak memiliki niat untuk memperluas pengaruhnya di Mongolia Luar. Dengan itu, Partai Komunis China memutuskan bekerja sama dengan kaum nasionalis.

Oktober 1923, perwakilan Komunis Internasional, Mikhail Borodin tiba di Guangzhou dan mendapatkan kepercayaan dari Yat Sen. Awal 1924, dia mengatur kembali Partai Nasionalis dengan mengadopsi sistem Partai Komunis Soviet. Dalam membangun partainya, Yat Sen membuat serangkaian ceramah tentang doktrin yang ia buat sendiri, Tiga Prinsip rakyat. Dengan tindakan itu, kaum nasionalis diperkuat dirinya. Kemudian pada 12 Maret 1925, Sun Yat Sen meninggal di Beijing karena kanker yang dideritanya. 

Nah, itu dia ulasan singkat tentang biografi Sun Yat Sen yang giat melaksanakan agenda politiknya dan menghadapi kawannya yang menjadi lawan. Kehadiran Sun Yat Sen dalam pemerintahan China membawa negaranya mengubah cara pandang mereka menjadi lebih modern.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal