Sementara itu, dikarenakan dirinya tidak berhasil mendapatkan bantuan dari pihak Barat dan Jepang, ia beralih mengendalikan pemerintah Soviet yang saat itu berkuasa di Rusia sejak 1917. Adolf Joffe, diplomat Soviet, mengunjungi Yat Sen di Shanghai untuk menyatakan maksud Rusia yang ingin menyerahkan hak istimewanya di sana, dan bahwa Rusia tidak memiliki niat untuk memperluas pengaruhnya di Mongolia Luar. Dengan itu, Partai Komunis China memutuskan bekerja sama dengan kaum nasionalis.
Oktober 1923, perwakilan Komunis Internasional, Mikhail Borodin tiba di Guangzhou dan mendapatkan kepercayaan dari Yat Sen. Awal 1924, dia mengatur kembali Partai Nasionalis dengan mengadopsi sistem Partai Komunis Soviet. Dalam membangun partainya, Yat Sen membuat serangkaian ceramah tentang doktrin yang ia buat sendiri, Tiga Prinsip rakyat. Dengan tindakan itu, kaum nasionalis diperkuat dirinya. Kemudian pada 12 Maret 1925, Sun Yat Sen meninggal di Beijing karena kanker yang dideritanya.
Nah, itu dia ulasan singkat tentang biografi Sun Yat Sen yang giat melaksanakan agenda politiknya dan menghadapi kawannya yang menjadi lawan. Kehadiran Sun Yat Sen dalam pemerintahan China membawa negaranya mengubah cara pandang mereka menjadi lebih modern.