Tahun 2008, dia kembali ke dunia politik. Namun, kasus hukum kembali menghantam. Tuduhan sodomi kembali dilayangkan kepadanya, dan ia kembali mendekam di penjara hingga akhirnya mendapat pengampunan kerajaan pada 2018, berkat lobi politik dari Mahathir, yang saat itu kembali memimpin pemerintahan.
Pada 2018, Mahathir dan Anwar bersatu demi menggulingkan kekuasaan Najib Razak dan Barisan Nasional. Namun, pemerintahan Pakatan Harapan hanya bertahan dua tahun sebelum Mahathir mengundurkan diri, memicu krisis politik yang kompleks.
Malaysia akhirnya menggelar pemilu lebih awal pada Oktober 2022. Pakatan Harapan meraih suara terbanyak meski belum mayoritas. Anwar lalu membentuk pemerintahan persatuan nasional dengan dukungan dari raja dan, ironisnya, UMNO, rival lamanya.
Akhirnya, pada November 2022, Anwar Ibrahim resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia. Jabatan tersebut menjadi klimaks dari perjuangan politiknya selama seperempat abad.