Biaya Penitipan Mahal, Warga Australia Enggan Punya Anak Lagi

Nathania Riris Michico
Maya Linden and anaknya, Lily di sebuah tempat penitipan anak di Melbourne, Australia. (FOTO: ABC News/ Loretta Florance)

SYNDEY, iNews.id - Beberapa ibu di Australia menolak memiliki anak kedua, setelah melihat biaya layanan penitipan anak yang semakin mahal.

Dimulai pada 1970, layanan penitipan anak awalnya diciptakan Pemerintah Australia untuk meringankan beban para ibu yang bekerja. Namun kini jasa penitipan anak justru menjadi bahan keluhan para ibu yang bekerja di luar rumah, karena harganya yang terus meningkat.

"Saya tidak mau punya anak lagi, karena saya tahu kami pasti sudah tidak bisa lagi membayar biaya penitipannya," kata Lina Gyle, seorang ibu di Melbourne, seperti dilaporkan ABC News, Selasa (18/2/2020).

"Biaya penitipan anak lebih mahal dari pembayaran cicilan rumah saya," kata Gyle, yang harus mengeluarkan 24.000 dolar Australia atau sekitar Rp220 juta setiap tahunnya.

Dengan pengeluaran sebesar 15.000 dolar Australia atau sekitar Rp138 juta per tahun, Maya Linden menitipkan anaknya di layanan penitipan anak selama empat hari setiap pekan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
15 jam lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
15 jam lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
17 jam lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
19 jam lalu

Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal