Berpidato di depan Gedung Capitol, tepat di mana para pendukung mantan Presiden AS Donald Trump sempat bentrok dengan polisi dan menewaskan lima orang pada 6 Januari lalu, Biden menegaskan pelantikannya sebagai bukti para perusuh telah gagal mengganggu demokrasi Amerika.
“Di sini kami berdiri, hanya beberapa hari setelah massa yang rusuh. Mereka mengira dapat menggunakan kekerasan untuk membungkam keinginan rakyat, menghentikan kerja demokrasi kami untuk mengusir kami dari tanah suci ini. Itu tidak terjadi, itu tidak akan pernah terjadi. Tidak hari ini, tidak besok, tidak selamanya," kata Biden.
Diketahui, bentrokan pendukung Donald Trump itu mengancam pengesahan kemenangan Biden sebagai Presiden terpilih AS dan belum pernah terjadi sebelumnya. Bermula dari pernyataan Trump yang mengklaim Pilpres AS 2020 penuh kecurangan dan menghasut pendukungnya menyerang gedung DPR tersebut.
Biden menjabat di tengah kegelisahan AS yang mendalam. Di mana negara adikuasa itu tengah menghadapi apa yang para penasihatnya gambarkan sebagai empat krisis parah, yaitu pandemi, ekonomi, perubahan iklim dan ketidaksetaraan rasial.
Biden berjanji melakukan tindakan segera, termasuk serangkaian perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat.
Meski pidatonya diperuntukkan terutama bagi masalah di AS, Biden menyebut hal itu juga merupakan pesan kepada masyarakat dunia di luar perbatasan Amerika. Biden juga berjanji untuk memperbaiki aliansi yang ‘dirusak Trump dalam memimpin dan menjadi mitra yang kuat dan terpercaya untuk perdamaian, kemajuan serta keamanan dunia.