WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatJoe Biden menyinggung perpecahan yang tengah memanas di tengah rakyat AS. Dia berjanji untuk mengakhiri 'perang tidak beradab' di negaranya yang kini tengah dibebani sejumlah pekerjaan rumah cukup besar.
Mulai dari masalah kesehatan akibat pandemi Covid-19, ditambah krisis ekonomi, kemudian diperparah isu kekerasan usai penyerangan Gedung DPR AS (Capitol) pada 6 Januari lalu.
"Saya berjanji kepada Anda, Saya akan menjadi Presiden untuk semua orang Amerika. Dan saya berjanji kepada Anda, bahwa saya tetap akan berjuang keras untuk mereka yang tidak mendukung, layaknya kepada mereka yang mendukung saya," ujar Biden dalam pidato perdananya di Gedung Capitol, dikutip Reuters, Kamis (21/1/2021).
Dia mengatakan, untuk mengatasi tantangan, memulihkan jiwa dan mengamankan masa depan Amerika. Hal ini jelas membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata, membutuhkan yang paling sulit dipahami dari semua hal dalam demokrasi yakni persatuan.
“Kita harus mengakhiri perang tidak beradab yang mempertemukan warna merah dengan biru, perdesaan versus perkotaan, konservatif versus liberal. Kita bisa melakukan ini jika kita membuka jiwa kita, alih-alih mengeraskan hati kita,” ucap Biden.