Bersihkan Radiasi, Jepang Hidupkan Lagi ‘Kota Mati' 6 Tahun Pascagempa

Anton Suhartono
Jepang memulai rekonstruksi di kota terkontaminasi radiasu nuklir dari PLTN Fukushima, 6 tahun pascagempa dan tsunami yang menyapu daerah itu (Foto: Kyodo)

FUTABA, iNews.id – Para pekerja memulai membersihkan radiasi dan merekonstruksi Kota Futaba, Prefektur Fukushima, enam tahun lebih setelah gempa dahsyat 9 Skala Richter (SR) mengguncang Jepang, disusul dengan terjangan tsunami setinggi 10 meter.

Gempa tersebut merusak reaktor nuklir di PLTN Fukushima Daiichi dan dampak radiasi dirasakan di kota-kota sekitarnya.

Ini merupakan program pemerintah untuk merekonstruksi kota yang terkontaminasi radioaktif dari PLTN Fukushima hingga musim semi 2022. Perusahaan listrik Tokyo Electric Power Company Holdings (Tepco) selaku operator PLTN Fukushima Daiichi menanggung biaya rekonstruksi tersebut.

Sekitar 96 persen daerah di Futaba masuk kategori zona berbahaya dan belum layak dihuni pascagempa dan tsunami. Petugas khusus ditempatkan di penjuru kota untuk berjaga-jaga.

Selain Futaba, kota Okuma yang merupakan tempat berdirinya kompleks Fukushima Daiichi juga bernasib sama. Ada tujuh kota lain yang juga belum layak dihuni seperti halnya Futaba. Sebagian besar daerah itu masuk dalam zona bahaya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Gempa M6,2 Guncang Prefektur Shimane Jepang

Nasional
2 bulan lalu

Gempa M6,7 Guncang Jepang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Internasional
2 bulan lalu

Gempa M6,7 Guncang Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
2 bulan lalu

Penjelasan Pakar, Mengapa Gempa M7,5 di Jepang Bisa Picu Guncangan Lebih Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal