Begini Cara Tokyo Kurangi Kepadatan Penumpang Kereta di Jam Sibuk

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

"Ini merupakan tahun kedua kami menerapkan Jisa Biz dengan slogan, "Jika pagi bisa berubah, setiap hari pun bisa berubah'," kata Koike.

Kampanye Jisa Biz muncul atas dorongan pemerintah pusat agar para pekerja diberikan fleksibilitas di tempat kerja, seperti pengaturan jam masuk untuk mengakomodasi pekerja perempuan serta meningkatkan partisipasi angkatan kerja lebih luas.

Pemerintah Kota Metropolitan Tokyo menjalankan kampanye serupa pada musim panas tahun lalu, saat itu sekitar 260 perusahaan ambil bagian.

Namun beberapa pekerja menganggap, dampak kampanye ini belum terlihat mengurangi kepadatan penumpang kereta di pagi hari.

Akira Monri, seorang developer aplikasi mengatakan, dia tidak melihat banyak perbedaan selama perjalanannya ke pusat Tokyo. Penyebabnya, tidak ada patokan jam berapa pemberlakuan Jisa Biz itu.

"Saya sudah melihat poster-posternya (pemberitahuan) tapi saya tidak yakin jam berapa yang harus kami hindari untuk memenuhi syarat sebagai Jisa Biz," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pendiri 7-Eleven Jepang Toshifumi Suzuki Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Viral WN Jepang Ditawari Prostitusi Anak di Jakbar, Ini Kata Polisi

57 tahun lalu

Rekor! Buah Melon Ini Terjual Rp644 Juta dalam Lelang

57 tahun lalu

Polda Metro Selidiki Viral Dugaan Prostitusi Anak di Jakarta Libatkan WN Jepang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal