NEW DELHI, iNews.id - Ungkapan sederhana “Saya Cinta Nabi Muhammad” kini menjadi kalimat yang menimbulkan ketegangan di berbagai wilayah India. Dalam sebulan terakhir, puluhan warga Muslim ditangkap polisi hanya karena mengenakan kaus, menulis di dinding, atau mengunggah kalimat tersebut di media sosial.
Gelombang penangkapan ini membuat umat Islam di India gusar. Polisi bahkan memburu siapa pun yang menulis kalimat “I Love Mohammed”, baik di ruang publik maupun dunia maya. Dalam beberapa kasus, rumah warga yang memajang tulisan serupa juga dihancurkan aparat.
Berawal dari Perayaan Maulid di Kanpur
Akar dari rangkaian peristiwa ini bermula pada 4 September di Kota Kanpur, Negara Bagian Uttar Pradesh. Saat itu, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memasang papan bertuliskan “I Love Mohammed” yang dihiasi lampu warna-warni di lingkungan mereka.
Inspirasi tulisan tersebut berasal dari desain populer “I Love New York” dan dimaksudkan sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, perayaan itu memicu reaksi keras dari sebagian kelompok Hindu yang menilai spanduk-spanduk tersebut melanggar aturan perayaan keagamaan.
Mereka melapor ke polisi, menuduh tulisan itu sebagai bentuk provokasi dan tambahan yang dilarang dalam tradisi keagamaan di Uttar Pradesh. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan menahan sejumlah warga. Namun, dakwaan yang diajukan justru jauh lebih berat daripada sekadar pelanggaran administratif.