Awal Mula Maraknya Penangkapan Muslim di India terkait Tulisan "Saya Cinta Nabi Muhammad"

Anton Suhartono
Ungkapan sederhana “Saya Cinta Nabi Muhammad” kini menjadi kalimat yang menimbulkan ketegangan antar-agama di berbagai wilayah India (Foto: AP)

Dari Peringatan ke Kriminalisasi

Lebih dari 20 orang di Kanpur didakwa menyebarkan permusuhan atas dasar agama, pelanggaran serius dalam hukum India dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Kasus ini kemudian menjadi preseden. Dalam waktu singkat, tindakan serupa menyebar ke berbagai negara bagian lain, termasuk Telangana, Gujarat, Maharashtra, Uttarakhand, dan Jammu dan Kashmir.

Menurut data LSM advokasi Asosiasi untuk Perlindungan Hak Sipil (APCR), sejauh ini sedikitnya 22 kasus telah dilaporkan dengan lebih dari 2.500 Muslim terlibat. Sebanyak 40 orang telah ditangkap, seluruhnya berada di wilayah yang dikuasai oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Demonstrasi dan Aksi Balasan Aparat

Penangkapan massal ini memicu gelombang protes umat Islam di berbagai daerah. Di Bareilly, Uttar Pradesh, ratusan warga turun ke jalan pada 26 September menuntut pembebasan mereka yang ditahan di Kanpur. Aksi itu berujung bentrok dengan aparat kepolisian.

Sebagai respons, polisi kembali menangkap 75 orang, termasuk ulama terkemuka Tauqeer Raza, beserta kerabat dan para ajudannya. Tak lama setelah penangkapan itu, empat bangunan milik Raza dihancurkan otoritas setempat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia

57 tahun lalu

Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar

57 tahun lalu

Seskab Teddy Bertemu Dubes India, Bahas Rencana Kunjungan PM Narendra Modi

57 tahun lalu

Soal Ujian Bocor, India Blokir Telegram jelang Tes Masuk Kampus Kedokteran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal