Australia Batalkan Kontrak, Dokumen Ungkap Proyek Kapal Selam Prancis Ternyata Bermasalah

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi kapal selam sedang beroperasi di laut. (Foto: Pixabay)

Pada September 2019, Australia sudah menghabiskan 325 juta dolar AS (Rp4,63 triliun) untuk proyek itu di Prancis. Laporan Kantor Auditor Jenderal Australia pada 2020 menyimpulkan bahwa Departemen Pertahanan Australia selalu transparan dan tepat waktu dalam mengomunikasikan masalah proyek dengan Naval Group.

Sementara, Naval Group dalam sebuah pernyataan kepada Reuters mengungkapkan, mereka mengetahui adanya sorotan terhadap sejumlah kelemahan proyek itu di pihak internal Australia. Akan tetapi, secara resmi, Pemerintah Australia di permukaan masih menyatakan mendukung program pembangunan kapal selam itu.

Panel peninjau

Masih menurut laporan Auditor Jenderal Australia, perubahan terbaru dalam kontrak kapal selam Prancis terjadi pada Januari 2021. Kala itu, Australia melakukan tinjauan pada desain awal kapal selam buatan negara Eropa itu. Peninjauan dijalankan oleh sebuah panel yang dibentuk khusus untuk mengawasi proyek tersebut.

Sumber industri pertahanan yang mengetahui langsung masalah proyek itu mengatakan, Naval Group Australia (anak perusahaan Naval Group Prancis yang didirikan untuk proyek kapal selam di benua kanguru) berkewajiban menyediakan bahan untuk Departemen Pertahanan Australia pada akhir Januari atau Februari. Akan tetapi, Pemerintah Australia menilai bahan itu tidak memenuhi persyaratan.

Pada Juni 2021, para senator Australia bertanya kepada ketua panel peninjau, William Hilarides, apakah timnya telah memberi saran kepada Pemerintah Australia untuk membatalkan saja kontrak dengan Prancis itu. Namun, Hilarides—yang telah berpengalaman mengawasi konstruksi kapal dan kapal selam untuk Angkatan Laut AS itu—mengatakan bahwa saran dari timnya bersifat rahasia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 jam lalu

Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi

3 jam lalu

Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

7 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

21 jam lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal