Seorang sumber lainnya mengatakan, di antara orang yang dijatuhi sanksi ada pula pejabat Hong Kong. Namun para sumber tidak menyebutkan identitas serta posisi pejabat-pejabat tersebut.
Pemerintah Hong Kong yang didukung China bulan lalu mengusir empat anggota partai oposisi dari badan legislatif. Pengusiran itu dilakukan setelah parlemen China memberi otoritas kepada pemerintah kota Hong Kong untuk mengekang perbedaan pendapat.
Langkah tersebut memicu pengunduran diri massal anggota parlemen oposisi pro-demokrasi.
Kelompok berbagi intelijen Five Eyes, terdiri dari Australia, Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, pada bulan lalu menyatakan, langkah itu merupakan bagian dari kampanye China untuk membungkam kritik dan membalikkan arah.
Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien mengatakan, pengusiran itu menunjukkan bahwa formula 'satu negara, dua sistem hanya mimpi dan mengancam tindakan lebih lanjut.