AS Menolak Gabung Komunitas Internasional Ciptakan Vaksin Covid-19

Arif Budiwinarto
Vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, menuai kontroversi karena hanya melakukan uji skala kecil dalam tingkatan pengembangannya. (foto: EPA)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menyatakan tidak akan ikut serta dalam upaya kerjasama internasional untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih terkait rencana negara-negara di dunia menyiapkan Fasilitas Akses Global Vaksin Covid-19 atau COVAX di bawah supervisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kerjasama COVAX memungkinkan 150 negara memanfaatkan portofolio vaksin potensial untuk memastikan warganya segera tercakup oleh vaksin dari negara manapun yang dianggap efektif.

WHO mengatakan, melalui COVAX pemerintah yang membuat kesepakatan dengan pembuat vaksin individu akan mendapat manfaat karena ketersediaan vaksin cadangan jika kesepakatan yang dibuat melalui kesepakatan bilateral dengan produsen tidak berhasil.

AS yang saat ini mengklaim tengah mengembangkan sejumlah protipe vaksin Covid-19 dengan tegas menolak bergabung dengan COVAX. Langkah tersebut terkait keputusan Presiden Donald Trump menarik keanggotaan AS dari WHO sebagai bentuk kekecewaan.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi

Internasional
13 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
14 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
14 jam lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal