AS Kutuk Keras Bom Gereja Katedral Makassar: Cederai Toleransi dan Keberagaman

Anton Suhartono
Amerika Serikat mengutuk keras bom bunuh diri Gereja Katedral, Makassar (Foto: Reuters)

"Pelaku pasangan suami istri baru menikah 6 bulan," kata Argo. 

Mereka beraksi dengan menggunakan sepeda motor matik dengan nopol DD 5984 MD. Identitas laki-laki diketahui L, sementara perempuan YSF, seorang pekerjaan swasta.

Polisi menggeledah sejumlah tempat dalam pengembangan kasus, termasuk di Jakarta. Selain itu pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.

Jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. 13 di antaranya dirawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.

Sementara itu dari 19 korban luka, tersisa 15 orang yang masih dirawat di rumah sakit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi

7 jam lalu

Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

10 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

1 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal