AS Klaim Korban Unjuk Rasa di Iran Lebih dari 1.000 Orang

Nathania Riris Michico
Pemrotes yang membawa spanduk bertuliskan "death to USA." (FOTO: AFP)

Hook mengatakan, penumpasan yang terjadi menunjukkan bahwa rezim Iran harus mengandalkan kekuatan kasar dan kehilangan dukungan dari warganya.

"Ini adalah krisis politik terburuk yang pernah dihadapi rezim dan 40 tahun," kata Hook.

Jumlah kematiannya jauh lebih tinggi daripada angka 208 yang dilaporkan Amnesty International. Amnesty menyatakan, angka itu mungkin lebih tinggi tetapi pihaknya sangat berhati-hati membeberkan informasi karena sulitnya memverifikasi informasi.

AS, yang menganggap rezim Iran musuh terbesarnya, meminta warga republik Islam itu mencari celah dari pemutusan internet dan mengirim rekaman atau foto selama aksi protes.

Hook mengatakan AS menerima foto atau video dari 32.000 orang dan mendasarkan perkiraannya pada informasi mereka, serta laporan dari kelompok luar.

Iran menolak angka jumlah korban tewas yang tinggi itu dan menyebutnya kebohongan total; dan sejauh ini hanya mengonfirmasi lima orang tewas - empat di antaranya personel pasukan keamanan dan satu warga sipil.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Iran Ancam AS, Negosiasi Damai Akan Buntu jika Lebanon Terus Diserang

Internasional
14 jam lalu

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Internasional
15 jam lalu

42 Warga dan Tentara Israel Tewas selama Perang Melawan Iran

Internasional
17 jam lalu

Antara Gencatan Senjata dan Ilusi Perdamaian: Membaca Realitas Kesepakatan AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal