AS Jatuhkan Sanksi ke Industri Minyak dan Sektor Keuangan, Iran Geram

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Olivier Douliery/Abaca Press/TNS)

"Kami berada dalam situasi perang ekonomi, menghadapi kekuatan penindasan. Saya tidak berpikir bahwa dalam sejarah Amerika, seseorang telah memasuki Gedung Putih yang sangat bertentangan dengan hukum dan konvensi internasional," tambahnya.

Rouhani mengaku empat negara mendekati dirinya selama kunjungannya ke New York untuk pertemuan Majelis Umum PBB pada September lalu. Dia menyebut negara-negara itu menawarkan untuk menengahi hubungannya dengan AS, namun dia menolaknya.

"Tidak perlu mediasi. Tidak perlu untuk semua tindakan ini. Bertindaklah atas komitmen Anda, dan kami akan duduk dan berbicara," katanya.

Pada Jumat (2/11/2018), Trump menyebut, tujuannya kembali memberlakukan sanski adalah untuk memaksa para pemimpin Iran meninggalkan apa yang dia sebut "perilaku merusak".

Iran membantah program nuklirnya ditujukan untuk memproduksi senjata nuklir saat mencapai perjanjian 2015 dengan AS, Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Jerman.

Badan energi atom PBB yang ditugaskan memantau pelaksanaan perjanjian itu, menyatakan dalam beberapa laporannya bahwa Iran mematuhi perjanjian itu. Namun hal tersebut dibantah oleh Trump.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Balas Gempuran AS, Garda Revolusi Iran Gempur Lanud Al Azraq Secara Masif

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal