Manajemen Raytheon mengatakan, dengan bergantinya pemerintahan, kecil kemungkinan bisa mendapatkan lisensi untuk penjualan komersial langsung persenjataan senilai sekitar 500 juta dolar AS kepada pelanggan Timur Tengah. Raytheon tidak menyebutkan nama pelanggannya.
Sementara itu UEA menegaskan akan bekerja sama dengan pemerintahan Biden untuk melanjutkan pembelian sebagaimana sudah disetujui di pemerintahan Trump.
"Uni Emirat Arab akan bekerja erat dengan pemerintahan Biden dalam pendekatan menyeluruh untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah," kata Duta Besar UEA untuk Amerika Serikat, Yousef Al Otaiba, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2021).
"Paket F-35 lebih dari sekadar menjual perangkat keras militer kepada mitra, seperti AS, ini memungkinkan UEA untuk memperkuat pertahanan terhadap agresi. Sejalan dengan dialog baru dan kerja sama keamanan, ini membantu untuk meyakinkan mitra AS di kawasan," ujarnya, menambahkan.