AS Hentikan Sementara Penjualan Senjata, termasuk Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

Anton Suhartono
Pemerintahan Joe Biden menghentikan sementara penjualan senjata ke sekutu (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menangguhkan sementara penjualan senjata ke negara-negara sekutunya guna peninjauan ulang.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, instansinya untuk sementara menghentikan penerapan transfer dan penjualan alat pertahanan AS di bawah Penjualan Militer Asing maupun Penjualan Komersial Langsung untuk memungkinkan kepemimpinan Biden meninjau penawaran yang masuk.

Tinjauan ini sebenarnya lazim dilakukan oleh pemerintahan baru, namun pemerintahan Donald Trump juga melakukan kesepakatan langsung, termasuk 50 unit jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin kepada Uni Emirat Arab (UEA), sebagai kesepakatan sampingan perjanjian Abraham.

Perjanjian Abraham merupakan kesepakatan damai yang diteken negara Arab dengan Israel. F-35 merupakan buah dari kesepakatan tersebut, khususnya dengan UEA.

Jet F-35 merupakan alat pertahanan berteknologi tinggi dari General Atomics, Lockheed, dan Raytheon Technologies Corp yang akan dijual ke Uni UEA, sebagai bagian dari perjanjian tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance Sebut Ada Kemajuan Besar dalam Perundingan dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal