AS Disebut Bakal Terus Bikin Masalah bagi Moskow, Bahkan Setelah Rusia dan Ukraina Berdamai

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menjadi tuan rumah perundingan antara delegasi Ukraina (kanan) dan perwakilan Rusia (kiri) di Istanbul, Selasa (29/3/2022). (Foto: Reuters)

Menurut dia, belum jelas juga bagaimana Ukraina bisa berada di Uni Eropa dan tetap netral, mengingat Austria, yang berada dalam situasi serupa, malah menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Moskow, kata Roberts, harus secara tegas menangani masalah Ukraina sekarang dan tidak meninggalkan ruang untuk kemunculannya kembali. “Rusia tidak boleh menandatangani perjanjian, kecuali jika itu berisi penerimaan Ukraina bahwa Krimea dan Donbas bukan bagian dari Ukraina,” ujarnya.

Mantan pejabat Amerika Serikat itu juga mengatakan, Rusia harus mempertimbangkan apakah Ukraina dapat dipercaya untuk menjaga perjanjian tersebut ketika Kiev menolak untuk mematuhi ketentuan Perjanjian Minsk.

“Ada beberapa (negara) penjamin Perjanjian Minsk, dan mereka tidak melakukan apa-apa. Jadi untuk apa mengulangi kesalahan itu lagi?” ucapnya.

Untuk diketahui, Perjanjian Minsk adalah serangkaian perjanjian internasional yang dibuat untuk mengakhiri perang di wilayah Donbas, Ukraina, pascakonflik 2014. Menurut Moskow, perjanjian itu telah dilanggar oleh pihak Ukraina—yang berujung pada pengakuan kemerdekaan Donetsk oleh Rusia pada Feburari lalu.

Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sudah berkali-kali mengatakan bahwa memercayai Barat adalah sebuah kesalahan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan

Internasional
7 jam lalu

Diam-Diam, AS dan Iran Gelar Pembicaraan Intensif untuk Akhiri Konflik

Internasional
10 jam lalu

Trump: Episode Perang Iran Segera Berakhir!

Internasional
11 jam lalu

Kapal Induk AS USS Nimitz Siaga Dekat Kuba, Trump: Kita Ingin Bantu Mereka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal