“Setiap negara berupaya meningkatkan kemampuan pertahanannya, tapi itu berbeda dengan melakukan uji coba senjata nuklir yang sebenarnya,” ujarnya, menegaskan.
Kremlin berharap Trump mendapat informasi yang benar terkait karakteristik dan tujuan uji coba rudal Burevestnik dan Poseidon. Rusia menilai ada kesalahpahaman di pihak Washington yang bisa menimbulkan ketegangan diplomatik yang tidak perlu.
“Kami berharap informasi akurat mengenai uji coba Burevestnik dan Poseidon telah disampaikan kepada Presiden Trump. Peristiwa ini tidak boleh disalahartikan sebagai uji coba nuklir dalam keadaan apa pun,” ujar Peskov.
Dia menambahkan hingga kini Rusia tidak memiliki bukti adanya aktivitas uji coba nuklir di negara mana pun, termasuk AS, dan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai rencana Washington untuk melanjutkan program uji coba nuklir.
Peskov juga menegaskan, Rusia dan AS tidak sedang terlibat dalam perlombaan senjata, meskipun kedua negara tengah meningkatkan kemampuan militernya.
“AS merupakan negara berdaulat yang berhak mengambil keputusan independen. Namun hal itu tidak berarti kita kembali pada era perlombaan senjata,” kata Peskov.