MOSKOW, iNews.id - Rusia mengingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar tidak salah mengartikan uji coba rudal Burevestnik sebagai uji coba senjata nuklir. Kremlin menegaskan, uji coba rudal canggih tersebut tidak melibatkan hulu ledak nuklir, sehingga berbeda sepenuhnya dengan uji coba senjata pemusnah massal.
Peringatan ini disampaikan setelah Trump mengumumkan rencana uji coba senjata nuklir baru AS, yang memicu kekhawatiran dunia akan kembalinya perlombaan senjata antara dua kekuatan nuklir terbesar itu.
Kremlin: Burevestnik Tak Bisa Disebut Uji Coba Nuklir
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan, uji coba rudal Burevestnik Rusia tidak dapat diklasifikasikan sebagai uji coba senjata nuklir karena dalam pengujian tersebut tidak ada hulu ledak nuklir yang digunakan.
Menurut dia, Burevestnik merupakan rudal jelajah bertenaga nuklir, bukan senjata dengan daya ledak nuklir. Teknologi nuklir pada rudal ini digunakan untuk sistem propulsi atau tenaga penggerak, bukan untuk menciptakan ledakan destruktif.
“Jika kita membahas uji coba Burevestnik secara spesifik, maka ini jelas bukan uji coba nuklir dalam pengertian apa pun,” kata Peskov, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (1/11/2025).