AS Akan Buka Kembali Konsulat untuk Palestina di Yerusalem, Menlu Israel: Ide Buruk

Anton Suhartono
Yair Lapid (Foto: Reuters)

Dimintai komentarnya, pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasel Abu Youssef mengatakan, Israel berusaha mempertahankan status quo dan memblokir solusi politik apa pun.

Pemerintahan Trump memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018, beberapa bulan setelah pengakuan ibu kota. Di tempat itu pula pemerintahan Biden akan memasukkan konsulat untuk Palestina.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak bisa dibagi, klaim yang tidak diakui oleh hukum internasional.

Sementara itu Palestina menolak mentah-mentah pengakuan sepihak Israel atas Yerusalem dan menganggap Yerusalem Timur, di dalamnya terdapat Masjid Al Aqsa, sebagai ibu kota masa depannya. 

Biden berjanji untuk memulihkan hubungan dengan Palestina serta mendukung solusi dua negara. Kantor konsulat AS untuk Palestina di Yerusalem ditutup sejak 2019. Sejak itu urusan Palestina diambil alih kedutaan besar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Internasional
14 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
17 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
18 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal