Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung Arab Saudi di Sanaa pada 2014. Sejak itu, Riyadh bersama koalisi militer negara-negara Arab melancarkan agresi ke Yaman untuk menumpas kelompok yang bersekutu dengan Iran itu. Namun, setelah bertahun-tahun perang, tidak ada pihak yang menang dan yang kalah. Situasi kemanusiaan di Yaman malah mengalami krisis yang parah.
Putaran pertama perundingan damai antara Riyadh dan Sanaa yang dimediasi Oman diadakan pada April lalu, ketika utusan Saudi mengunjungi Sanaa. Negosiasi kala itu berjalan bersamaan dengan upaya perdamaian dari PBB.
Houthi berperang melawan aliansi militer pimpinan Saudi sejak 2015. Konflik itu telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat 80 persen penduduk Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan internasional.
Inisiatif perdamaian antara Riyadh dan Houthi mendapatkan momentumnya sejak Arab Saudi dan Iran, dua negara yang saling bermusuhan sejak lama, sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik mereka. Momentum tersebut dicapai dalam kesepakatan yang ditengahi oleh China, beberapa bulan lalu.
Gencatan senjata permanen di Yaman akan menandai tonggak sejarah dalam menstabilkan politik di Timur Tengah.