Dia menambahkan, kelompok Taliban mau bekerja sama membantu memulangkan warga AS, namun rencana untuk membawa warga Afghanistan yang selama ini bekerja untuk pemerintahan AS tak mudah.
Seorang diplomat tinggi AS dalam kesempatan terpisah mengatakan, pemerintahnya berharap Taliban mengizinkan warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negaranya untuk pergi dengan selamat.
Perebutan Afghanistan oleh Taliban yang terjadi begitu cepat membuat syok negara Barat. Pakar intelijen dan pertahanan pada pekan lalu memperkirakan Kabul akan dierebut dalam 90 hari, namun Taliban memasuki Kabul hanya dalam sepekan yang dilanjutkan dengan merebut pemerintahan. Tak pelak, negara Barat tak sempat mengevakuasi warga mereka dari Afghanistan. Buntutnya, sejak Minggu terjadi penumpukan massa di bandara maupun akses ke tempat itu.
Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan militer AS akan berupaya semaksimal mungkin membantu warganya untuk bisa menjangkau bandara di Kabul.
“Kami akan melakukan segala upaya untuk terus mencoba dan meredakan konflik, membuka jalan bagi mereka untuk ke bandara. Saya tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan memperluas operasi saat ini ke Kabul,” kata Austin, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8/2021).