Otoritas Negara Bagian Katsina menyatakan, sekitar 320 murid laki-laki hilang. Pemerintah Nigeria mengaku telah berbicara dengan para penculik. Motif penculikan bisa saja berlatar belakang ekonomi karena para pelaku meminta tebusan kepada setidaknya satu orangtua.
"Kami meminta kepada pemerintah untuk berusaha semaksimal mungkin membebaskan mereka," kata Hajiya Ummi, orangtua dari korban penculikan berusia 15 tahun, Mujtaba, dikutip dari Reuters, Rabu (16/12/2020).
"Teman-temannya memberitahuku dia sedang sakit di tempat tidur saat para pelaku menyerang. Dia hampir tidak bisa bergerak tapi mereka menyeretnya keluar bersama yang lain," katanya, menambahkan.
Pascakejadian, pejabat Katsina memerintahkan semua sekolah negeri ditutup karena motif penyerangan masih belum dipastikan. Negara bagian di sebelahnya, Zamfara, juga memerintahkan sekolah pemerintah berasrama ditutup.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam keras penculikan itu dan sedang menyelidiki pengakuan Boko Haram.