2 Demonstran Penentang Kudeta Myanmar Tewas Tertembak Aparat, AS: Kami Dukung Rakyat Burma

Anton Suhartono
Dua demonstran penentang kudeta di Mandalay, Myanmar, tewas terkena tembakan peluru aparat (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan keprihatinan atas kekerasan yang dilakukan aparat Myanmar hingga menewaskan dua demonstran penentang kudeta, Sabtu (20/2/2021).

Mereka terkena tembakan aparat dalam demonstrasi yang berujung bentrok di Kota Mandalay.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar menembaki pengunjuk rasa, menahan, serta melecehkan demonstran sangat memprihatinkan.

"Kami mendukung rakyat Burma," kata Price, dalam cuitan, merujuk pada nama lain dari Myanmar.

Dua orang tewas di Mandalay setelah polisi dan militer menembaki massa untuk membubarkan unjuk rasa penentang kudeta. Demonstrasi pada Sabtu itu merupakan hari paling berdarah sejak unjuk rasa pecah 2 pekan terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya

57 tahun lalu

AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?

57 tahun lalu

Heboh! Israel Diduga Mata-matai Pejabat AS terkait Perang Iran

57 tahun lalu

Panas! Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Arab soal Serangan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal