Demonstrasi di Mandalay menjadi panas di mana polisi dan militer menghadapi pekerja galangan kapal yang melakukan aksi mogok kerja serta kelompok lain.
Beberapa demonstran melawan aparat dengan menembakkan ketapel di jalan-jalan tepi sungai. Pasukan keamanan merespons dengan menembakkan gas air mata dan peluru. Beberapa saksi mata menemukan banyak selongsong peluru tajam dan peluru karet berserakan di lokasi.
"Sebanyak 20 orang terluka dan dua lainnya tewas," kata Ko Aung, dokter sekaligus kepala relawan layanan darurat Parahita Darhi.
Dia menambahkan, seorang pria tewas akibat luka tembak di kepala. Orang kedua tertembak di dada dan meninggal setelah menjalani perawatan. Korban kedua diidentifikasi sebagai Thet Naing Win, seorang tukang kayu berusia 36 tahun.
Beberapa pengunjuk rasa yang terluka dibawa menggunakan tandu oleh relawan medis, pakaian mereka berlumuran darah.