180 Demonstran Tewas, Asosiasi Biksu Budha Myanmar Beri Sinyal Putuskan Hubungan dengan Junta Militer

Anton Suhartono
Asosiasi biksu Budha Myanmar Mahana member sinyal akan memutuskan hubungan dengan pemerintahan junta militer (Foto: Reuters)

Para biksu memiliki sejarah panjang aktivisme di Myanmar dan pernah berada di garis depan melawan kekuasaan militer saat Revolusi Saffron pada 2007, mengantarkan negara itu ke era reformasi demokrasi.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dituduh melakukan kecurangan dalam pemilu pada November 2020, namun komisi pemilihan membantahnya.

Suu Kyi kemudian didakwa dengan berbagai tuduhan seperti meingimpor dan menggunakan alat komunikasi walkie talkie ilegal, melanggar UU bencana dengan mengumpulkan orang banyak saat pembatasan pandemi Covid-19, serta menerima suap sekitar Rp8,5 miliar serta emas. 

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menyatakan sejauh ini lebih dari 180 demonstran tewas ditembak aparat keamanan dan ribuan lainnya ditahan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

1 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

4 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

18 hari lalu

Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal