150 Pub di Inggris Tutup, Ternyata Ini Penyebabnya

Ahmad Islamy Jamil
Suasana salah satu pub di London, Inggris, yang sepi sejak pandemi Covid-19 melanda. (Foto: Reuters)

Selama beberapa bulan terakhir, Pemerintah Inggris telah membahas cara-cara untuk mengurangi konsekuensi dari krisis energi yang berlangsung saat ini. Krisis itu sendiri antara lain disebabkan oleh tekanan sanksi terhadap Rusia yang didukung oleh AS dan Eropa setelah pecahnya konflik Ukraina pada Februari 2022. 

Otoritas Inggris telah menghabiskan banyak dana publik untuk untuk membantu jutaan rumah tangga mengatasi konsekuensi dari inflasi paling tinggi yang pernah dicatat negara itu dalam sejarahnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi

Internasional
1 hari lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Bisnis
2 hari lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
2 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal