Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza
Advertisement . Scroll to see content

Dino Patti Djalal: Prabowo Realistis, Dewan Perdamaian Satu-satunya Opsi Hentikan Perang Gaza

Rabu, 04 Februari 2026 - 23:46:00 WIB
Dino Patti Djalal: Prabowo Realistis, Dewan Perdamaian Satu-satunya Opsi Hentikan Perang Gaza
Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah mantan menteri luar negeri (menlu) dan wakli menteri luar negeri (wamenlu) bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, mereka mendengarkan penjelasan Prabowo terkait arah kebijakan luar negeri, khususnya terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal yang ikut dalam pertemuan itu menilai Prabowo memiliki pendekatan yang realistis. Dia memandang Dewan Perdamaian merupakan satu-satunya opsi untuk menghentikan perang di Gaza, Palestina.

“Kesan saya adalah beliau, Presiden Prabowo itu mempunyai pendekatan yang realistis mengenai ini. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada opsi lain,” ujar Dino usai pertemuan, Rabu (4/2/2026).

Dia juga menegaskan Dewan Perdamaian Gaza bukanlah solusi instan, melainkan upaya yang sarat dengan risiko dan ketidakpastian. Namun demikian, dia memandang Prabowo memahami secara utuh potensi tantangan tersebut, termasuk risiko geopolitik yang melibatkan berbagai aktor internasional.

“Tapi intinya ini adalah suatu eksperimen dan bukan obat yang ampuh, yang bisa menyembuhkan penyakit, segala penyakit, dan saya melihat beliau realistis mengenai hal ini,” kata Dino.

Dia juga menyoroti penekanan Prabowo terkait pentingnya menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam sebagai faktor penyeimbang dalam proses tersebut. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut