Perubahan skema vaksinasi anak oleh pemerintah federal memicu kekhawatiran di kalangan medis.
Pemerintahan Trump membela keputusan tersebut dengan alasan menyelaraskan kebijakan vaksinasi AS dengan negara lain, mencantumkan Denmark sebagai contoh.
Beberapa ahli kesehatan menunjuk Denmark sebagai negara kecil dan homogen dengan prevalensi penyakit rendah serta sistem perawatan kesehatan terpusat yang menjamin akses universal terhadap perawatan.
Namun kondisi Denmark tak bisa disamakan dengan AS, di mana sistem perawatan kesehatan, sebagian besar dipegang swasta, tidak menyeluruh dibandingkan Eropa. Kondisi tersebut juga menyebabkan jutaan warga AS tidak memiliki asuransi kesehatan.
“Meniru jadwal vaksinasi Denmark tanpa meniru sistem perawatan kesehatan Denmark tidak memberikan lebih banyak pilihan bagi keluarga. Itu hanya membuat anak-anak tidak terlindungi dari penyakit serius,” kata Jaksa Agung Arizona, Kris Mayes, di kesempatan yang sama.