Sesi khusus Majelis Umum PBB akan berlangsung 2 hari namun tidak akan ada pengumumpulan dana untuk pengadaan vaksin atau tindakan politik apa pun. Pertemuan tersebut juga tidak akan diakhiri dengan deklarasi bersama, melainkan dokumen ringkasan yang disampaikan Bozkir.
"Poin sebenarnya dari sesi khusus ini adalah menggalang tindakan nyata, sebagai tanggapan kita terhadap Covid-19 secara multilateral dan kolektif," kata Juru Bicara Majelis Umum PBB, Brenden Varma.
Dia menambahkan, saat ini ada banyak tanggapan terhadap pandemi, namun yang dibutuhkan adalah menyatukan semua negara, PBB, sektor swasta, serta produsen vaksin.
Para pemimpin dan menteri dari lebih 140 negara akan menyampaikan pidato yang direkam sebelumnya setelah pembukaan di Majelis Umum termasuk pidato oleh Bozkir dan Guterres.
Di antara para pemimpin yang dijadwalkan menyampaikan pidato adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan kepala Uni Eropa Charles Michel. Sementara Amerika Serikat akan diwakili Menteri Kesehatan Alex Azar.
Sementara pertemuan Jumat akan fokus pada tiga panel, pertama membahas tanggapan PBB terhadap Covid-19, kedua tentang vaksin yakni menghadirkan perwakilan produsen Pfizer-BioNTech dan Universitas Oxford-AstraZeneca, serta ACT-Accelerator dari Organisasi Kesehatan Dunia., dan ketiga membahas pemulihan dari Covid-19.
Bos WHOTedros Adhanom Ghebreyesus akan berpartisipasi dalam ketiga panel tersebut.