MAKKAH, iNews.id - Absen dari ujian akhir sekolah karena sakit mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di dunia pendidikan. Namun, alasan absen yang diajukan oleh Aysylla Naila Sari (15) sangat istimewa,yakni berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.
Jemaah haji termuda asal Kabupaten Malang ini terpaksa menjadikan kamar hotelnya di Madinah sebagai ruang ujian dadakan. Jadwal keberangkatannya pada 25 April bersama kloter SUB 16 ternyata bertepatan dengan agenda kelulusan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang.
Kisah keberangkatannya di usia yang sangat belia ini tidak lepas dari perhitungan matang kedua orang tuanya belasan tahun silam. Sadar akan antrean haji Indonesia yang mengular puluhan tahun, sang ayah nekat mendaftarkan Aysylla sejak usia baru 1 tahun 8 bulan.
Kesempatan itu terbuka setelah adanya regulasi baru Kementerian Haji dan Umrah menetapkan batas usia minimum keberangkatan menjadi 13 tahun. Pihak sekolah pun sangat mendukung keberangkatan dengan memberikan keistimewaan berupa jadwal ujian yang disesuaikan secara daring.
Namun, ujian mental sudah menghampiri Aysylla sejak awal perjalanan ketika pesawatnya sempat tertahan (delay) di Bandara Kualanamu, Medan. Konsekuensinya, masa menetap di Madinah menjadi sangat sempit dan dipangkas hanya menjadi satu pekan saja.