Dia menyebut kondisi ini bukan hanya memengaruhi kedua pihak, tetapi juga keluarga besar masing-masing. Situasi yang terus memanas dinilai berpotensi memperkeruh suasana, terlebih di tengah bulan suci Ramadan.
“Saya mewakili klien saya minta kalian akhiri polemik ini. Jangan sampai seluruh Indonesia ikut campur urusan kalian,” katanya.
Dalam pandangannya, ketegasan menjadi kunci utama untuk menghentikan kegaduhan. Jika memang ingin mempertahankan rumah tangga, maka langkah rekonsiliasi perlu ditempuh secara terbuka dan jelas. Namun jika memilih berpisah, proses hukum harus segera diselesaikan tanpa menggantung.
Lechumanan mengaku tidak yakin perceraian benar-benar akan terjadi dalam waktu dekat. Dia menilai selama status tersebut belum diputus secara hukum, polemik akan terus memiliki ruang untuk berkembang.
Dia juga menduga polemik ini sengaja dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas. Bahkan, dia menyinggung kemungkinan adanya keuntungan berupa kontrak pekerjaan atau endorse yang muncul dari ramainya pemberitaan.