“Dugaan saya jelas-jelas menggunakan perkara ini untuk mendompleng nama dia, untuk menaikkan popularitas,” ucap Lechumanan.
Menurutnya, jika perceraian benar-benar terjadi dan status resmi berakhir, perhatian publik bisa saja mereda. Kondisi itu berpotensi membuat isu yang selama ini ramai perlahan menghilang dari sorotan.
Meski demikian, kuasa hukum Inara tetap membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan. Dia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk introspeksi dan mengambil keputusan yang tegas serta bermartabat.
“Kalau mau akhiri, akhiri baik-baik. Jangan digantung-gantung,” kata Lechumanan.
Dia menekankan apa pun pilihan yang diambil, baik melanjutkan rumah tangga maupun mengakhirinya, harus dilakukan secara jelas. Ketegasan sikap dinilai penting agar tidak terus memicu spekulasi dan kegaduhan yang semakin meluas di tengah masyarakat.